Demi Ingatan yang Tak Boleh Hilang: Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” Angkat Dilema Gen Z dan Arti Keluarga

Film drama keluarga “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”
Bagikan ke orang lain :

Uritanet – Jakarta, 13 April 2026 — Di tengah hiruk-pikuk ambisi generasi muda mengejar masa depan, sebuah film hadir membawa pesan yang justru mengajak untuk berhenti sejenak. Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” tampil dengan pendekatan emosional yang dekat dengan realitas Gen Z—tentang mimpi, tekanan hidup, dan satu hal yang sering terlupakan: keluarga.

Berbeda dari film drama keluarga pada umumnya, karya ini tidak sekadar menyajikan kisah haru, tetapi menyoroti konflik batin yang sangat personal.

Penulis skenario, Alim Sudio, merancang cerita dengan sudut pandang anak muda yang tengah berada di fase paling menentukan dalam hidupnya—masa kuliah.

Melalui karakter Kesha, seorang mahasiswi tingkat akhir sekolah film, penonton diajak masuk ke dalam dilema yang begitu relevan. Di satu sisi, ia harus menuntaskan ambisi akademiknya. Di sisi lain, kondisi sang ibu, Yuke Yolanda, perlahan berubah akibat gangguan ingatan yang mulai menggerogoti keseharian keluarga.

Yuke, sosok guru yang selama ini menjadi panutan dan pusat kehangatan rumah, mulai mengalami penurunan daya ingat. Ia lupa momen penting, tersesat di jalan yang biasa dilalui, bahkan perlahan melupakan hal-hal mendasar tentang anak-anaknya: Kesha, Kenya, dan Karlo. Situasi ini menjadi titik balik yang mengubah dinamika keluarga yang sebelumnya harmonis.

Sutradara Kuntz Agus menggarisbawahi bahwa film ini bukan hanya tentang kehilangan memori secara harfiah, tetapi juga tentang bagaimana keluarga berjuang menjaga kenangan agar tetap hidup. Menurutnya, kehangatan cerita justru lahir dari upaya setiap anggota keluarga untuk saling menguatkan di tengah kondisi yang tidak mudah.

Alih-alih menggurui, film ini memilih pendekatan reflektif. Penonton diajak melihat bagaimana ambisi yang begitu besar terkadang membuat hubungan keluarga terasa seperti gangguan—hingga akhirnya muncul kesadaran bahwa waktu bersama orang tersayang tidak bisa diulang.

Konflik utama yang dihadapi Kesha menjadi representasi banyak anak muda saat ini: apakah tetap bertahan mengejar mimpi, atau kembali pulang sebelum semuanya terlambat? Pertanyaan ini menjadi benang merah yang mengikat keseluruhan cerita.

Dengan premis yang sederhana namun menyentuh, film ini menegaskan satu pesan kuat ada hal-hal dalam hidup yang boleh hilang, seperti kesempatan, nilai, bahkan mimpi. Namun, jangan sampai kehadiran kita justru hilang dari hati dan ingatan orang yang paling mencintai kita.

Dijadwalkan tayang di bioskop mulai 13 Mei 2026, “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” berpotensi menjadi salah satu film drama keluarga yang tidak hanya menguras emosi, tetapi juga meninggalkan ruang refleksi mendalam bagi penontonnya, khususnya generasi muda.

**Benksu

Bagikan ke orang lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *