Jakarta ! Uritanet.com –
Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali diwujudkan oleh Blue Sky Hotel Petamburan melalui kegiatan Jumat Berkah dengan membagikan takjil kepada masyarakat sekitar, Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sosial hotel kepada warga, pengendara, serta pejalan kaki yang melintas di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.
Aksi sosial tersebut dipimpin langsung oleh General Manager hotel, Diana Rahmawati, bersama jajaran manajemen dan staf hotel. Dengan penuh kebersamaan, mereka turun langsung membagikan paket takjil kepada masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.
Menurut Diana, kegiatan berbagi seperti ini bukan hal baru bagi manajemen hotel. Program sosial tersebut sudah rutin dilakukan sebagai bagian dari komitmen hotel untuk menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitar lingkungan operasionalnya.
“Kami mengadakan Jumat Berkah. Sebelumnya kegiatan berbagi ini memang sudah rutin dilakukan, meskipun tidak selalu setiap hari Jumat. Di bulan Ramadan ini kami kembali berkesempatan berbagi takjil kepada warga sekitar, pengendara motor, dan juga pejalan kaki,” ujarnya.

Menariknya, takjil yang dibagikan kepada masyarakat bukanlah produk dari luar, melainkan makanan homemade yang disiapkan langsung oleh tim dapur hotel. Hal ini menjadi bentuk kesungguhan manajemen dalam memberikan sajian berkualitas bagi masyarakat yang menerima.
“Takjilnya kami buat sendiri, bukan dari luar. Walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak, kami berharap bisa memberikan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat sekitar,” tambah Diana.
Selain menjalankan kegiatan sosial, Blue Sky Hotel Petamburan juga menghadirkan berbagai program spesial Ramadan, khususnya di sektor kuliner. Tahun ini, hotel tersebut memperkenalkan restoran baru bernama Sambal Espass yang mengusung konsep kuliner khas Indonesia.
Restoran ini menawarkan program All You Can Eat dengan tema besar kuliner Nusantara. Keunikan program ini terletak pada variasi menu yang berganti setiap hari dengan mengangkat hidangan khas dari berbagai daerah di Indonesia.
“Tema yang kami bawakan adalah Nusantara. Setiap hari menunya berbeda. Misalnya hari ini Makassar, besok Jawa Tengah, lalu daerah lainnya. Dengan begitu, tamu tidak bosan karena selalu menemukan menu baru setiap hari,” jelas Diana.

Beragam hidangan tradisional disajikan dalam program tersebut, mulai dari kuliner khas Makassar seperti pisang ijo, hingga berbagai menu autentik dari daerah lain di Indonesia. Program All You Can Eat ini ditawarkan dengan harga Rp168 ribu per orang, lengkap dengan sejumlah promo menarik.
Beberapa promo yang disediakan antara lain beli 11 orang bayar 10 orang, serta rencana promo tambahan menjelang akhir Ramadan seperti paket beli tiga bayar dua.
Tak hanya menawarkan pengalaman kuliner Ramadan, hotel juga menghadirkan promo kamar spesial bagi tamu yang ingin menikmati suasana menginap selama bulan suci. Dengan harga mulai dari Rp600 ribu, tamu sudah mendapatkan paket menginap lengkap dengan sahur atau sarapan.
Kamar yang tersedia memiliki luas mulai dari 21 meter persegi dengan pilihan tempat tidur queen maupun twin. Tamu juga diberikan fleksibilitas dalam menikmati hidangan, baik di restoran maupun melalui layanan antar langsung ke kamar.
“Tamu bisa memilih menikmati makanan di restoran atau diantar langsung ke kamar. Kami ingin memberikan kenyamanan dan pengalaman Ramadan yang berkesan bagi para tamu,” ungkap Diana.

Melalui rangkaian kegiatan sosial dan berbagai program Ramadan yang dihadirkan, manajemen hotel berharap dapat menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi para tamu sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar.
Di tengah dinamika bisnis perhotelan yang terus berkembang, langkah berbagi ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tetap menjadi nilai penting dalam membangun hubungan yang berkelanjutan dengan lingkungan sekitar.
Pada akhirnya, Ramadan bukan hanya tentang meningkatkan aktivitas bisnis, tetapi juga menjadi momen memperkuat solidaritas, menumbuhkan kepedulian, dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama. Dari Petamburan, semangat berbagi itu kembali menyala—mengingatkan bahwa kebaikan yang dibagikan dengan tulus akan selalu menemukan jalannya untuk memberi makna yang lebih besar bagi banyak orang.
Ramadan adalah tentang berbagi, dan setiap kebaikan yang diberikan—sekecil apa pun—akan selalu meninggalkan jejak kebaikan yang panjang bagi kehidupan bersama.
)**Tjoek / Foto Ist

