Bogor ! Uritanet.com –
Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu langkah strategis tersebut ditandai dengan peluncuran layanan Force Stroke (Code Stroke) dan Digital Substraction Angiography (DSA) di RSUD Bakti Pajajaran. Layanan medis modern ini resmi diperkenalkan oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto pada Rabu, 4 Maret 2026.
Peresmian tersebut menjadi bagian dari empat inovasi pelayanan kesehatan yang dihadirkan untuk meningkatkan kualitas penanganan penyakit, khususnya stroke. Kehadiran teknologi ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menghadirkan layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berbasis teknologi medis terkini.
Inovasi Medis untuk Penanganan Stroke
Layanan Digital Substraction Angiography (DSA) merupakan teknologi radiologi canggih yang digunakan untuk melihat kondisi pembuluh darah secara detail. Metode ini bekerja dengan menggabungkan gambar sinar X sebelum dan sesudah penyuntikan zat kontras ke dalam pembuluh darah.
Dengan teknologi tersebut, dokter dapat mengidentifikasi berbagai gangguan pembuluh darah secara lebih akurat, seperti penyempitan, penyumbatan, hingga aneurisma. Diagnosa yang presisi memungkinkan tindakan medis dilakukan lebih cepat, sehingga peluang keselamatan pasien semakin besar.
Menurut Bupati Bogor Rudy Susmanto, kehadiran metode DSA menjadi kebanggaan tersendiri. Teknologi ini dikenal luas sebagai salah satu inovasi medis yang dikembangkan oleh Terawan Agus Putranto, seorang dokter spesialis radiologi yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia dan kini dipercaya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Kesehatan.
“Metode Digital Substraction Angiography atau DSA ini sangat membanggakan karena merupakan hasil pemikiran anak bangsa,” ujarnya.

Rumah Sakit Rujukan Stroke di Bogor Raya
Rudy Susmanto menjelaskan bahwa tidak semua rumah sakit di Indonesia memiliki layanan medis berbasis teknologi DSA. Hingga saat ini, jumlah fasilitas kesehatan yang mengoperasikan metode tersebut masih sangat terbatas.
“Di Indonesia sendiri kurang lebih baru ada enam rumah sakit yang mengoperasikan metode pengobatan ini. Alhamdulillah Kabupaten Bogor menjadi salah satu daerah yang memilikinya,” katanya.
Dengan hadirnya teknologi tersebut, RSUD Bakti Pajajaran kini menjadi rumah sakit pertama di wilayah Bogor Raya yang menyediakan layanan penanganan stroke berbasis DSA. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mempercepat proses diagnosis serta meningkatkan keberhasilan penanganan pasien stroke di daerah tersebut.
Harapan untuk Pengembangan Inovasi Kesehatan
Pemerintah Kabupaten Bogor berharap inovasi di bidang kesehatan terus berkembang, terutama melalui pemanfaatan teknologi medis yang diciptakan oleh para ahli dalam negeri.
Menurut Rudy, kemajuan teknologi kesehatan tidak seharusnya hanya dinikmati di kota besar atau negara lain. Masyarakat di daerah juga berhak mendapatkan layanan medis berkualitas tinggi.
“Kita ingin temuan-temuan anak bangsa di bidang kesehatan terus dikembangkan dan disempurnakan. Bukan hanya orang luar yang menikmati, tetapi masyarakat Kabupaten Bogor juga harus merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Ia juga berharap inovasi serupa dapat diterapkan di rumah sakit umum daerah lainnya di Kabupaten Bogor. Dengan begitu, masyarakat yang mengalami masalah kesehatan, khususnya gejala stroke, dapat memperoleh layanan medis lebih cepat tanpa harus menempuh jarak yang jauh.
Akses Layanan Lebih Cepat untuk Masyarakat
Kehadiran layanan Force Stroke (Code Stroke) dan Digital Substraction Angiography (DSA) menjadi langkah nyata dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Bogor. Penanganan stroke yang cepat dan tepat sangat menentukan tingkat keselamatan serta kualitas hidup pasien setelah menjalani perawatan.
Dengan fasilitas medis yang semakin lengkap, masyarakat kini memiliki akses yang lebih dekat terhadap layanan kesehatan modern. Harapannya, angka penanganan stroke dapat meningkat sekaligus menekan risiko kecacatan akibat keterlambatan diagnosis.
Pada akhirnya, inovasi layanan kesehatan bukan sekadar pencapaian teknologi, melainkan wujud nyata keberpihakan terhadap keselamatan manusia. Ketika teknologi, tenaga medis, dan kebijakan publik berjalan seiring, maka harapan hidup masyarakat pun akan tumbuh lebih kuat dari sebelumnya.
Inilah bukti bahwa kemajuan kesehatan daerah tidak lagi sekadar wacana, melainkan langkah nyata menuju pelayanan medis yang cepat, modern, dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.
)**Git / Tjoek/ Foto Ist

