Uritanet – Jakarta, 28 Februari 2026 — Di tengah derasnya arus tren global minuman teh, satu pertanyaan sederhana muncul: mengapa lemon tea yang populer di dunia justru sering terasa “terlalu asam” bagi sebagian lidah Indonesia? Pertanyaan inilah yang dijawab oleh WINGS Food lewat peluncuran Teh Lemon Madu, minuman ready to drink (RTD) dalam kemasan botol 350 ml yang menawarkan rasa lebih seimbang—gak asem, manisnya smooth dan pas, plus sensasi segar yang “kelewataann”.
Selama ini, lemon tea identik dengan kesegaran tajam yang kadang meninggalkan sensasi asam berlebih di tenggorokan. Padahal secara global, varian ini termasuk salah satu yang paling diminati. WINGS Food melihat adanya celah besar: menghadirkan lemon tea yang tetap segar, namun lebih ramah untuk preferensi lokal.

“Lemon tea itu globally high demand, tapi seringkali terlalu asam untuk preferensi lokal. Kami melihat peluang besar untuk menghadirkan sesuatu yang lebih relevan dengan selera lidah orang Indonesia. Teh Lemon Madu kami hadir sebagai lemon tea yang gak asem, manisnya smooth dan pas, jadi bisa diminum kapan saja tanpa bikin eneg atau terlalu tajam di tenggorokan,” ujar Joshua Gunawan, Head of Ready to Drink Beverage WINGS Food.
Dari Tradisional ke Lifestyle Beverage
Dalam satu dekade terakhir, teh tak lagi sekadar minuman tradisional. Ia telah berevolusi menjadi lifestyle beverage. Fenomena bubble tea, matcha latte, cheese tea, hingga beragam flavored tea menjadi bukti bahwa teh kini menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup, terutama generasi muda.
Gen Z, kelompok usia 16–24 tahun, dikenal selektif dalam memilih produk. Mereka bukan hanya mencari rasa, tetapi juga pengalaman, keseimbangan flavor, hingga kemudahan konsumsi. Minuman yang terlalu ekstrem—baik terlalu manis maupun terlalu asam—cenderung cepat ditinggalkan.

Tren ini sejalan dengan pertumbuhan kategori RTD . Tea global yang diproyeksikan tumbuh rata-rata 6–7% per tahun hingga 2031. Jika di Jepang pertumbuhan ini didorong budaya vending machine, di Indonesia RTD Tea tumbuh melalui akses yang sangat dekat dengan keseharian konsumen—warung, minimarket, hingga convenience store yang mudah dijangkau kapan saja.
Saat ini, RTD Tea menjadi kategori terbesar kedua di pasar RTD Beverage setelah air mineral. Artinya, teh bukan lagi pelengkap, melainkan bagian penting dari rutinitas harian masyarakat urban yang serba cepat.
“Ultimate Palate Cleanser” Versi Gen Z
Menariknya, Teh Lemon Madu diposisikan bukan sekadar minuman penyegar, tetapi sebagai “ultimate palate cleanser”. Konsep ini diperkuat oleh aktris muda Tissa Biani yang didapuk sebagai Brand Ambassador.
“Makasih banget buat WINGS Food yang sudah memilih dan mempercayai aku jadi Brand Ambassador Teh Lemon Madu. Setelah aku coba, menurutku kita bisa minum Teh Lemon Madu kapan aja karena rasanya balanced, pas banget terutama buat generasi Z seperti aku. Aku termasuk yang suka banget flavored tea, tapi kadang lemon tea yang sudah ada itu terlalu asam di lidah unqkap Tissa Biani perwakilan gen Z
Sedangkan Teh Lemon Madu ini rasanya beda, gak asem, manisnya smooth dan pas banget. Buat aku ini tuh kayak ultimate palate cleanser. Jadi habis makan apa aja, tinggal minum Teh Lemon Madu, langsung segar lagi,” ujarnya.
Bagi Gen Z yang aktif, mobile, dan padat agenda—dari kuliah, kerja kreatif, hingga roadshow lintas kota—minuman yang praktis dan konsisten rasanya menjadi kebutuhan. Distribusi WINGS Food yang luas membuat produk ini mudah ditemukan di berbagai titik penjualan.

Strategi Rasa sebagai Diferensiasi
Peluncuran Teh Lemon Madu menunjukkan bahwa inovasi di kategori minuman tidak selalu soal rasa baru yang ekstrem, tetapi bisa juga tentang penyempurnaan rasa yang sudah ada. Dengan menekan tingkat keasaman dan menghadirkan manis yang lebih smooth, WINGS Food mencoba memposisikan diri sebagai brand yang memahami preferensi lokal di tengah tren global.
Melalui semangat “Life Keeps Getting Better”, inovasi ini menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar lemon tea di Indonesia—bukan hanya mengikuti tren dunia, tetapi mengadaptasikannya agar lebih dekat dengan karakter konsumen Tanah Air.
Jika sebelumnya lemon tea identik dengan sensasi asam yang kuat, kini ia hadir dalam versi yang lebih ramah: tetap segar, namun lebih bersahabat di lidah. Sebuah pendekatan sederhana yang bisa jadi menjadi kunci memenangkan hati generasi muda.
**Benksu

