Jakarta ! Uritanet.com –
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) terus memperkuat diplomasi pertahanan dan kedirgantaraan sebagai langkah strategis menghadapi dinamika lingkungan global yang semakin kompleks dan dinamis. Strategi ini menjadi bagian dari komitmen TNI AU dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus meningkatkan kapabilitas nasional di bidang pertahanan udara.
Kepala Staf TNI Angkatan Udara, M. Tonny Harjono, menerima kunjungan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Pakistan, Chandra W. Sukotjo, di Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (19/02/2026).
Letjen TNI (Purn.) Chandra W. Sukotjo yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat, kini mengemban amanah sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Pakistan.
Pengalaman panjang di bidang militer menjadi modal penting dalam memperkuat komunikasi strategis dan kerja sama pertahanan antara kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, Dubes RI menyampaikan perkembangan situasi kawasan serta dinamika kerja sama pertahanan di wilayah akreditasinya.
Pembahasan berlangsung terbuka dan konstruktif, dengan fokus pada peluang kolaborasi konkret di sektor kedirgantaraan, transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga potensi kerja sama industri pertahanan.
Kasau dan Dubes RI bertukar pandangan mengenai langkah-langkah strategis yang dapat mempererat hubungan bilateral Indonesia–Pakistan.
Sinergi antara unsur diplomasi dan pertahanan dinilai semakin penting di tengah tantangan geopolitik, modernisasi alutsista, serta kebutuhan interoperabilitas yang terus berkembang.
Pertemuan ini menegaskan bahwa diplomasi pertahanan bukan sekadar hubungan formal antarnegara. Diplomasi pertahanan adalah jembatan kepercayaan, ruang dialog strategis, dan fondasi kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan.
Dengan komunikasi yang intensif dan terarah, Indonesia dan Pakistan memiliki peluang besar untuk membangun kerja sama kedirgantaraan yang lebih kuat, adaptif, dan berorientasi masa depan.
Langkah progresif TNI AU ini menjadi bukti nyata bahwa kekuatan pertahanan modern dibangun tidak hanya melalui alutsista, tetapi juga melalui jejaring diplomasi yang solid dan visioner.
Ketika sinergi diplomasi dan pertahanan berjalan seiring, maka ketahanan nasional berdiri semakin kokoh, dan posisi Indonesia di panggung global kian diperhitungkan—tegas, terukur, dan berdaya saing.
)**Git / Tjoek / Foto Ist

