Stellantis Susun Peta Kekuatan Baru di Indonesia: Jeep Jaga DNA Ikonik, Citroën Mainstream, Leapotor Serbu Era EV

Bagikan ke orang lain :

Uritanet – Jakarta, 5 Februari 2026 — Peta industri otomotif Indonesia memasuki babak baru. Di tengah percepatan elektrifikasi dan perubahan preferensi konsumen, Stellantis Brand House di bawah PT Indomobil National Distributor mulai menyusun ulang strategi besarnya untuk 2026: menjaga warisan brand ikonik, memperluas pasar mass market, dan bersiap menyongsong gelombang kendaraan listrik.

Momentum tersebut ditegaskan Stellantis melalui partisipasinya di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Alih-alih sekadar memperkenalkan produk, Stellantis menunjukkan arah jangka menengah dengan memperkuat dua pilar utamanya—Jeep dan Citroën—serta membuka babak baru lewat rencana kerjasama strategis dengan produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, Leapmotor.

Tiga Brand, Tiga Segmen, Satu Strategi

Berbeda dengan pendekatan satu merek untuk semua segmen, Stellantis memilih memainkan strategi diferensiasi. Jeep diposisikan sebagai penjaga DNA off-road dan lifestyle premium, Citroën menyasar kebutuhan mobilitas harian keluarga urban, sementara Leapmotor diproyeksikan sebagai jawaban atas kebutuhan kendaraan listrik berbasis teknologi masa depan.

“Masuk tahun kedua, kami tidak lagi berbicara soal perkenalan brand, tapi soal relevansi dan keberlanjutan. Setiap brand harus punya peran jelas di pasar Indonesia,” ujar CEO
Stellantis Brand House Indonesia, Tan Kim Piauw.

Pendekatan ini mencerminkan upaya Stellantis membaca dinamika pasar domestik yang semakin tersegmentasi, sekaligus memanfaatkan kekuatan jaringan Indomobil sebagai distributor dan mitra lokal.

Leapmotor: Sinyal Serius Masuk Arena EV

Rencana kerjasama dengan Leapmotor menjadi sinyal kuat bahwa Stellantis tak ingin tertinggal dalam perlombaan kendaraan listrik nasional. Leapmotor dikenal sebagai produsen EV dengan model bisnis terintegrasi—mengembangkan sendiri powertrain, sistem elektronik, hingga software kendaraan.

Kehadiran Leapmotor di Indonesia pada 2026 akan dikembangkan secara bertahap, seiring kesiapan ekosistem dan preferensi konsumen lokal. Meski detail produk belum diungkap, langkah ini membuka peluang persaingan baru di segmen EV yang kini semakin padat oleh brand global dan Tiongkok.

Jeep: Merawat Ikon di Usia
85 Tahun

Di sisi lain spektrum, Jeep justru menegaskan konsistensi. Memasuki usia 85 tahun secara global, Jeep Indonesia memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat citra sebagai simbol kebebasan dan petualangan.

Jeep 85th Anniversary Series yang ditawarkan terbatas di IIMS 2026 menjadi bagian dari strategi menjaga eksklusivitas, sembari memperluas pendekatan berbasis komunitas dan lifestyle—bukan sekadar penjualan unit.

Citroën: Bermain di Jantung Pasar

Sementara itu, Citroën tampil lebih pragmatis. Fokus pada keluarga C3—mulai dari C3 Manual, C3 Aircross, hingga ë-C3 All Electric—menjadi strategi untuk mengunci segmen mobil harian yang paling kompetitif di Indonesia.

Dukungan layanan purna jual melalui program Redefining Customer Care menjadi kunci, terutama dalam membangun kepercayaan jangka panjang di segmen volume.
Lebih dari Sekadar Brand House

Dengan kombinasi tiga brand yang menyasar segmen berbeda, Stellantis Brand House tampak ingin bertransformasi dari sekadar rumah merek menjadi ekosistem mobilitas yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Kami melihat masa depan otomotif Indonesia tidak tunggal. Ada konsumen yang mencari warisan dan karakter, ada yang butuh efisiensi, dan ada yang siap melompat ke teknologi masa depan,” tutup Tan Kim Piauw.

Tahun 2026 pun menjadi penanda: Stellantis tidak hanya hadir, tetapi mulai ikut menentukan arah permainan industri otomotif nasional.

**Benksu

Bagikan ke orang lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *