Uritanet – Jakarta 28 Januari 2026 Indonesia kian memantapkan langkahnya sebagai pemain kunci dalam ekonomi biru global. Hal itu tercermin dari rencana penyelenggaraan Ocean Impact Summit 2026 di Bali, yang menjadi salah satu hasil strategis keikutsertaan Indonesia dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss.
Forum internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 8–9 Juni 2026 dan diproyeksikan menjadi panggung diplomasi kelautan Indonesia, sekaligus magnet baru bagi investasi sektor kelautan berkelanjutan.

Staf Ahli Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Hendra Yusran Siry, menyampaikan bahwa Ocean Impact Summit merupakan tindak lanjut konkret dari berbagai diskusi strategis yang mengemuka di Davos.
“Ini yang akan kita laksanakan di bulan Juni nanti,” ujar Hendra dalam jumpa pers resmi di Jakarta, Selasa (23/1/2026).
WEF Annual Meeting 2026 sendiri diikuti sekitar 3.000 peserta dari 130 negara, termasuk puluhan kepala negara serta ratusan CEO global lintas sektor. Pada pertemuan tahun ini, isu kelautan mendapat perhatian khusus melalui tema Blue Davos atau Tahun Air, yang menempatkan laut sebagai isu strategis global.
“Ada 3.000 peserta kurang lebih di sana dari 130 negara,” kata Hendra.
Sejumlah isu krusial menjadi sorotan dalam pembahasan, mulai dari pemanasan laut, ketahanan pangan global, hingga rendahnya investasi pada ekonomi biru. Indonesia memanfaatkan momentum tersebut untuk mendorong narasi bahwa laut bukan hanya objek konservasi, tetapi juga sumber pertumbuhan ekonomi masa depan.
Penguatan peran Indonesia tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara KKP dan World Economic Forum. Kerja sama ini membuka akses jejaring global yang lebih luas, termasuk peluang masuknya investor internasional di sektor kelautan dan perikanan.

“Penandatanganan Letter of Intent antara pemerintah Indonesia dengan WEF,” ungkap Ketua Tim Kerja Sama Multilateral KKP, Desri Yanti.
Pemerintah berharap Ocean Impact Summit 2026 dapat menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan komunitas global untuk merumuskan solusi konkret ekonomi biru yang berkelanjutan.

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto Darwin, menegaskan bahwa penyelenggaraan forum tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden terpilih.
“Pak Prabowo menyampaikan tentang akan diselenggarakannya Ocean Impact Summit di Bali nantinya,” ujarnya.
Dengan menjadi tuan rumah forum kelautan berskala global, Indonesia menegaskan posisinya tidak hanya sebagai negara maritim, tetapi juga sebagai arsitek utama masa depan ekonomi biru dunia.
**Benksu

