Jakarta (Uritanet) —
Arsha Composer Music secara resmi memperkenalkan Sekawan Generasi 2 dan Pinky Awahita, sebuah langkah regenerasi yang bukan sekadar pembaruan formasi, melainkan pernyataan visi tentang masa depan musik anak Indonesia yang sehat, berkarakter, dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan yang lebih reflektif dan penuh kesadaran, pendiri sekaligus produser Arsha Composer Music mengungkapkan bahwa penutupan tahun sebelumnya sengaja difokuskan pada ibadah dan perenungan. Sebuah proses batin yang menjadi pondasi kuat untuk melangkah lebih matang menuju proyek-proyek besar hingga tahun 2026.
Di sinilah nilai nilai spiritual dan profesional berpadu, menciptakan arah yang tidak tergesa namun pasti.
Dan awal Januari 2026 pun dibuka dengan penampilan istimewa di kawasan Pejaten Park, Jakarta. Dimana kehadiran Pinky Awahita bersama Sekawan dalam formasi terbaru langsung mencuri perhatian publik. Energi segar, semangat baru, dan chemistry yang terasa alami menjadi bukti bahwa regenerasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan hasil proses yang matang.

Sekawan Generasi 2 hadir sebagai jawaban atas fase alamiah penyanyi anak, khususnya perubahan suara yang tidak terhindarkan. Dari Generasi 1, dua personel harus menyelesaikan perjalanan mereka secara terhormat.
Melalui audisi yang ketat dan selektif, terpilihlah dua talenta baru: Farel asal Serang dan Justin, yang kini bergabung bersama Zitney, satu-satunya personel yang bertahan dari generasi sebelumnya.
Langkah ini menegaskan satu hal penting: Sekawan bukan sekadar grup vokal, melainkan brand musik anak yang hidup dan terus bertumbuh. Selama kreativitas tetap menyala, Sekawan akan selalu menjadi ruang aman bagi anak-anak Indonesia untuk berkarya dengan martabat dan nilai.
Sejumlah agenda panggung pun telah disiapkan. Pada 24 Januari, Pinky dan Sekawan dijadwalkan tampil di Salatiga, serta disusul penampilan di Shazat Hotel Serang pada 25 Januari.
Aktivitas ini menjadi bukti bahwa regenerasi tidak menghentikan langkah, justru mempercepat denyut karya.
Perlu diketahui, single terbaru Sekawan Generasi 2 kini memasuki tahap akhir produksi. Dua materi lagu telah dipersiapkan dan ditargetkan rilis sebelum bulan Ramadan, menandai babak baru perjalanan musikal mereka.
Produktivitas Arsha Composer Music sendiri terus menunjukkan grafik positif. Tahun 2025 tercatat sebagai salah satu periode dengan jumlah klien terbanyak, disertai rencana rilis bertahap hingga 2026. Termasuk di dalamnya lima lagu pesanan klien yang akan diluncurkan tahun ini secara eksklusif di luar talent internal label.
Salah satu sorotan kuat datang dari Mermaid Kimi, penyanyi cilik berusia 7 tahun asal Cilegon, yang mencatat sejarah sebagai klien termuda Arsha Composer Music.
Single debutnya berjudul “100%” telah resmi dirilis, sementara single kedua bertema kuliner dijadwalkan meluncur pada Ramadan mendatang.

Sementara itu, Pinky Awahita terus memperluas spektrum musikalnya. Setelah merilis dua single solo bertema keluarga, termasuk lagu “Ada Ibu” yang menuai respons emosional dari pendengar.
Lagu “Ada Ibu” sendiri menjadi karya yang jarang disentuh industri musik anak, karena secara jujur mengangkat perjuangan seorang ibu saat melahirkan—tema yang manusiawi, tulus, dan sangat membekas.
Namun kini muncul permintaan lanjutan untuk lagu “Ada Ayah” yang direncanakan rilis pada 2026.
Menariknya, perjalanan karya Arsha Composer Music membuktikan bahwa waktu tidak pernah bisa ditebak. Lagu “Terkagum-Kagum” yang dirilis pada 2021 justru viral dan menembus top chart pada 2024.
Sebuah bukti bahwa rezeki karya memiliki waktunya sendiri, dan tugas seniman hanyalah terus berkarya, bersyukur, berusaha, dan berdoa.

Bagi personel Sekawan Generasi 2, hari pertama tampil bersama Arsha Composer Music menjadi momen penuh haru, gugup, dan bahagia. Mereka menyebut label ini bukan sekadar rumah produksi, melainkan keluarga baru yang hangat, suportif, dan menjunjung tinggi kolaborasi.
Di saat banyak hal terasa tidak pasti, Arsha Composer Music justru berdiri tegak dengan satu keyakinan sederhana: musik anak Indonesia harus terus hidup, tumbuh, dan memiliki arah yang jelas.
Sekawan Generasi 2 bukan hanya formasi baru. Mereka adalah simbol regenerasi, kesabaran, dan keyakinan bahwa karya yang lahir dari niat baik tidak akan pernah sia-sia.
Karena pada akhirnya, bukan tentang siapa yang paling cepat bersinar, melainkan siapa yang paling konsisten melangkah—meski pelan, namun penuh iman, keberanian, dan ketulusan.
Musik boleh menunggu, waktu boleh berputar, tetapi karya yang jujur tak akan pernah hilang—ia hanya sedang menunggu saat terbaiknya untuk kembali menggema dan menghantam nurani pendengarnya hingga terdiam, terenginas, dan mantap percaya.
Arsha Composer Music tidak sekadar menciptakan lagu, tetapi menanam harapan—dan dari harapan itulah, masa depan musik anak Indonesia terus menemukan jalannya.
Tjoek / Foto: Ist

