Misa Natal di Paroki Keluarga Kudus Pasar Minggu: Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga

Romo Agustinus Heri Wibowo, Pr saat pimpin misa perayaan natal, di Gereja Keluarga Kudus Ps. Minggu (24/12/2025) Foto : Komsos
Bagikan ke orang lain :

Uritanet – Jakarta 25 Desember 2025 Suasana khidmat dan penuh sukacita menyelimuti perayaan Misa Malam Natal di Gereja Paroki Keluarga Kudus Pasar Minggu, Selasa (24/12) malam. Untuk mengakomodasi antusiasme umat, misa dilaksanakan dua kali, yakni pukul 16.30 WIB dan 20.00 WIB.

Misa Natal pertama dipimpin oleh Romo Antonius Pramono, Pr sementara misa kedua dipimpin oleh Romo Agustinus Heri Wibowo, Pr. Sejak jauh sebelum misa dimulai, umat tampak berbondong-bondong memenuhi gereja, mengikuti perayaan kelahiran Yesus Kristus dengan penuh kekhusyukan.

Romo Antonius Pramono, Pr

Ornamen Natal menghiasi setiap sudut gereja, memperkuat suasana iman dan pengharapan. Perayaan Natal tahun ini terasa begitu dekat di hati umat, sejalan dengan pesan yang disampaikan dalam khotbah, khususnya pada misa kedua yang mengangkat tema Natal 2025: “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga.”

Dalam khotbahnya, Romo Heri menekankan bahwa tantangan utama keluarga masa kini bukan semata persoalan ekonomi, melainkan kurangnya kehadiran satu sama lain. Ia menyoroti realitas kehidupan modern, di mana teknologi yang seharusnya mendekatkan justru kerap menjauhkan anggota keluarga.

“Sekarang orang bisa duduk bersama, tetapi masing-masing sibuk dengan gawainya. Makan bersama sambil menonton atau bermain ponsel. Padahal dahulu, ketika belum ada telepon genggam dan televisi, waktu berkumpul sungguh dihayati,” ungkap Romo Heri

Menurut Romo Heri, Allah menyatakan keselamatan-Nya melalui kehadiran. Ketika Allah hadir di tengah keluarga melalui kehadiran nyata setiap anggotanya saling memperhatikan, mendengarkan, dan mendukung—di situlah keselamatan sungguh dialami.

Ia juga mengajak umat meneladani Keluarga Kudus Nazaret yang hidup dalam kesederhanaan. Yesus lahir bukan di istana megah, melainkan di kandang yang dingin, ditolak di penginapan-penginapan.

Namun, Yusuf dan Maria mampu menghayati kesederhanaan itu sebagai “istana yang mulia” karena kebersamaan dan kekompakan mereka dalam membesarkan Sang Juru Selamat.

“Keluarga menjadi kuat bukan karena fasilitas atau harta, tetapi karena Tuhan hadir dalam keseharian mereka. Dari kehadiran itu muncul energi untuk saling menopang dalam menghadapi gelombang kehidupan,” lanjut Romo Heri

Romo Heri menegaskan bahwa Natal bukan janji hidup tanpa masalah. Yesus tidak menjanjikan ketiadaan persoalan, tetapi menjanjikan kehadiran-Nya di tengah keluarga dalam menghadapi setiap tantangan. Dengan menghadirkan Yesus dalam kehidupan sehari-hari melalui kasih, pengampunan, dan persaudaraan—setiap masalah dapat dihadapi dengan kekuatan ilahi.

“Ketika anggota keluarga saling hadir dan saling mendukung, itulah hadiah Natal sejati bagi keluarga,” tuturnya.

Perayaan Misa Malam Natal di Paroki Keluarga Kudus Pasar Minggu pun menjadi momentum refleksi bagi umat untuk meneguhkan kembali makna Natal: bahwa di tengah tantangan zaman, termasuk derasnya arus teknologi, keluarga justru dipanggil untuk semakin bersatu, bukan terpisah.

Umat yang hadir dalam perayaan misa natal

Allah yang hadir di tengah keluarga menjadi sumber kekuatan dan keselamatan yang meneguhkan langkah umat dalam menjalani kehidupan.

**Benksu

Bagikan ke orang lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *