Lonjakan Mobilitas Nataru, Okupansi KA dari Jakarta Tembus 93 Persen

Bagikan ke orang lain :

Uritanet – Jakarta Desember 2025 Arus mobilitas masyarakat pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 menunjukkan tren meningkat signifikan.

Layanan kereta api jarak jauh dari wilayah Jakarta menjadi salah satu moda transportasi utama yang dipilih publik untuk bepergian ke berbagai daerah tujuan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat, hingga Senin (22/12/2025) pukul 08.00 WIB, penjualan tiket selama periode Nataru telah menembus lebih dari setengah juta tiket. Angka tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai transportasi yang aman dan tepat waktu di tengah lonjakan perjalanan akhir tahun.

Puncak kepadatan mulai terlihat menjelang malam Natal. Pada 24 Desember 2025, tingkat keterisian tempat duduk bahkan mencapai 93 persen.

Sementara pada dua hari sebelumnya, okupansi juga terbilang tinggi, masing-masing berada di atas 80 persen. Kondisi ini mengindikasikan pergerakan masyarakat yang mulai intens sejak awal pekan libur.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan 1.732 perjalanan kereta api selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Jumlah ini meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode Nataru tahun lalu, sebagai bagian dari strategi menambah kapasitas dan menjaga kelancaran layanan.

Tak hanya perjalanan jarak jauh, pergerakan penumpang di stasiun-stasiun utama Jakarta juga mengalami peningkatan. Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir tercatat sebagai simpul keberangkatan terpadat, dengan puluhan ribu penumpang diberangkatkan hanya dalam satu hari.

Secara kumulatif, dalam lima hari pertama Angkutan Nataru, ratusan ribu penumpang telah dilayani di wilayah Daop 1 Jakarta.

Destinasi favorit masyarakat masih didominasi kota-kota besar di Pulau Jawa seperti Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, dan Purwokerto. Pola ini menunjukkan bahwa tradisi pulang kampung dan liburan keluarga tetap menjadi penggerak utama mobilitas akhir tahun.

Di sisi lain, program diskon tarif kereta api kelas ekonomi komersial juga mendapat respons positif. Ratusan ribu tiket diskon telah terjual untuk periode keberangkatan hingga awal Januari 2026, memperluas akses masyarakat terhadap transportasi publik yang terjangkau.

KAI mengimbau pelanggan untuk mengatur waktu keberangkatan dengan baik, datang lebih awal ke stasiun, serta memanfaatkan teknologi boarding face recognition guna mempercepat proses naik kereta. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kelancaran arus penumpang qdi tengah padatnya perjalanan Nataru.

Dengan tren okupansi yang terus meningkat, Angkutan Nataru 2025/2026 menjadi salah satu periode tersibuk bagi layanan perkeretaapian nasional, sekaligus cerminan tingginya mobilitas dan optimisme masyarakat di penghujung tahun.

**Benksu

Bagikan ke orang lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *