Brebes (Uritanet) :
Pembangunan bangsa tidak pernah benar-benar dimulai dari beton, baja, atau teknologi tinggi. Ia berawal dari ruang paling sederhana namun paling menentukan: keluarga. Kesadaran inilah yang menjadi ruh utama dalam Kegiatan Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Provinsi Jawa Tengah, yang digelar pada Minggu, 21 Desember 2025, bertempat di Pondok Pesantren Al Fattah, Desa Tegalgandu, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.
Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa penguatan keluarga berkualitas merupakan strategi fundamental dalam mencetak generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, Program Bangga Kencana hadir bukan sekadar sebagai program pemerintah, tetapi sebagai gerakan bersama yang menyentuh akar kehidupan masyarakat.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Fattah Tegalgandu, KH Musyaffa, Lc, yang juga merupakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan pembekalan dengan pendekatan yang lugas, humanis, dan bernilai kebangsaan. Ia menekankan bahwa keluarga adalah sekolah pertama bagi anak, tempat nilai moral, etika, dan tanggung jawab ditanamkan sejak dini.
“Pembangunan keluarga bukan urusan angka statistik semata. Ia adalah investasi peradaban. Ketika keluarga kuat, maka bangsa akan berdiri tegak,” tegas KH Musyaffa di hadapan peserta kegiatan.
Melalui Program Bangga Kencana, pemerintah bersama mitra kerja mendorong penguatan ketahanan keluarga melalui edukasi perencanaan keluarga, kesehatan ibu dan anak, pola asuh yang berkeadilan, serta peningkatan kualitas hubungan antaranggota keluarga. Pendekatan ini dilakukan secara berkelanjutan, berbasis kebutuhan riil masyarakat, dan selaras dengan nilai-nilai lokal yang hidup di Brebes.
Kabupaten Brebes sendiri menunjukkan komitmen nyata dalam menjadikan keluarga sebagai pusat pembangunan manusia. Dari desa hingga pesantren, program ini dirancang untuk menyentuh langsung kehidupan masyarakat, memastikan bahwa setiap keluarga memiliki akses pengetahuan dan pendampingan untuk tumbuh sehat, harmonis, dan mandiri.
Keluarga berkualitas tidak lahir dalam semalam. Ia dibangun melalui komunikasi yang sehat, peran yang seimbang, serta kesadaran bersama bahwa masa depan anak adalah tanggung jawab hari ini. Ketika keluarga menjadi kuat, masyarakat menjadi tangguh. Dan ketika masyarakat tangguh, negara tidak mudah goyah.
Program Keluarga Berkualitas untuk Indonesia Cerdas bukan sekadar jargon pembangunan. Ia adalah komitmen moral dan sosial untuk memastikan bahwa kecerdasan bangsa tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kekuatan karakter, kesehatan mental, dan kepedulian sosial.
Dari Pondok Pesantren Al Fattah di Tegalgandu, pesan itu menggema jelas: perubahan besar selalu lahir dari langkah kecil yang konsisten. Dari keluarga yang sadar akan perannya. Dari orang tua yang memilih bertanggung jawab. Dari masyarakat yang berani merawat masa depan bersama.
Dan kelak, sejarah akan mencatat bahwa Indonesia yang cerdas, berdaya, dan bermartabat tidak dibangun dari menara gading kekuasaan, melainkan dari keteguhan keluarga-keluarga sederhana yang memilih untuk bangkit, peduli, dan tidak menyerah pada keadaan.
Sebab ketika keluarga berkualitas menjadi fondasi, masa depan bangsa bukan lagi sekadar harapan—melainkan kepastian yang tak terbantahkan.
Membangun bangsa dari keluarga, menjaga masa depan dari hari ini.
)**Tjoek/ Foto Ist.

