Transformasi Digital KAI Ubah Cara Penumpang Boarding, Jutaan Pelanggan Beralih ke Face Recognition

Bagikan ke orang lain :

Uritanet – Jakarta Desember 2025 Digitalisasi layanan transportasi publik semakin mengubah kebiasaan masyarakat dalam bepergian. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat jutaan pelanggan kini mulai meninggalkan tiket fisik dan pemeriksaan manual, seiring masifnya penggunaan teknologi Face Recognition Gate di sejumlah stasiun utama.

Sepanjang tahun 2025, sebanyak 3,12 juta lebih pelanggan Kereta Api Jarak Jauh tercatat telah memanfaatkan Face Recognition Gate di wilayah Daop 1 Jakarta. Angka ini menunjukkan pergeseran signifikan perilaku penumpang yang menginginkan proses boarding lebih cepat, praktis, dan efisien, terutama pada jam sibuk dan masa puncak perjalanan.

Stasiun Gambir menjadi pengguna terbanyak layanan ini, disusul Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Bekasi. Ketiga stasiun tersebut merupakan simpul pergerakan utama penumpang dari Jakarta menuju berbagai daerah, sehingga kehadiran teknologi berbasis biometrik dinilai efektif mengurai antrean dan kepadatan di area boarding.

Selain efisiensi waktu, Face Recognition Gate juga membawa dampak lingkungan. Pengurangan penggunaan tiket kertas menjadi bagian dari upaya KAI mendukung perjalanan yang lebih berkelanjutan, sekaligus menekan limbah dari aktivitas transportasi massal. Inisiatif ini sejalan dengan arah transformasi layanan publik yang mengedepankan teknologi dan prinsip ramah lingkungan.

“penerapan Face Recognition Gate merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam menghadirkan layanan kereta api modern”. Ujar KAI Daop 1

Fasilitas ini terus dikembangkan dengan penambahan jalur gate serta dukungan petugas di stasiun untuk membantu proses registrasi pelanggan, baik melalui aplikasi Access by KAI maupun secara langsung di lokasi.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya bertujuan mempercepat layanan, tetapi juga meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan.

Menurutnya, ke depan KAI akan terus memperluas pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin dinamis.

Dengan adopsi Face Recognition Gate yang terus meningkat, KAI Daop 1 Jakarta menilai teknologi biometrik telah menjadi bagian penting dalam ekosistem transportasi publik. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong perubahan pola perjalanan yang lebih efisien, sekaligus memperkuat citra kereta api sebagai moda transportasi masa depan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

**Benksu

Bagikan ke orang lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *