Jakarta (Uritanet) :
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pendidikan di Indonesia. Dalam rangkaian acara Media Gathering PNM Mercusiar yang berlangsung pada 18 Maret, PNM menyalurkan santunan kepada Masjid Jami Az-Zawiyah dan Panti Asuhan Yatim Piatu Nurul Iman. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam membangun karakter anak bangsa melalui pendekatan sosial dan edukatif.
Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menegaskan pentingnya peran dunia usaha dalam mendukung pendidikan dan kesejahteraan anak-anak. “PNM percaya bahwa membangun bangsa harus dimulai sejak dini, dan pendidikan adalah kunci utama. Ini bagian dari kontribusi PNM dan rekan-rekan media untuk terlibat aktif dalam membangun karakter anak bangsa,” ujarnya saat menyerahkan santunan kepada pengurus panti asuhan.
Tak hanya memberikan bantuan finansial, PNM juga mengajak para awak media untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas live experience. Kegiatan ini mencakup melukis celengan, menganyam kulit ketupat, hingga meronce aksesoris. Hasil dari aktivitas ini kemudian dikonversi menjadi rupiah dan didonasikan kepada penerima manfaat. Inovasi ini tidak hanya memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dalam masyarakat.
Santunan yang diberikan diharapkan mampu mendukung operasional Masjid Jami Az-Zawiyah serta memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesejahteraan anak-anak di Panti Asuhan Yatim Piatu Nurul Iman. Ketua Yayasan Panti Asuhan, Nur Hasan, menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian PNM. “Semoga ini bukan pertemuan pertama dan terakhir, tetapi menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak yatim piatu dan dhuafa,” ujarnya.
PNM terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Melalui program-program inovatif, PNM akan terus bersinergi dengan berbagai pihak guna menciptakan perubahan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Langkah ini sejalan dengan visi PNM dalam mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis inklusif yang berkelanjutan.
)**Tjoek