Uritanet – Jakarta, 27 Maret 2025 – Memasuki puncak arus mudik Lebaran 1446 H/2025, dua stasiun utama di Jakarta, Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen, menjadi pusat perhatian publik. Pada Kamis (27/3), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Arifah Fauzi turun langsung meninjau situasi di kedua stasiun tersebut.
Selain dua menteri tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, juga turut hadir untuk memastikan kesiapan pelayanan bagi masyarakat yang akan pulang kampung. Kehadiran para pejabat ini bertujuan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, serta kelancaran arus mudik di dua stasiun tersibuk di Jakarta.
Lonjakan Penumpang, KAI Daop 1 Jakarta Maksimalkan Layanan
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat peningkatan jumlah penumpang yang signifikan menjelang Lebaran. Sejak dimulainya periode Angkutan Lebaran (Angleb) pada 21 Maret hingga 11 April 2025, Daop 1 telah melayani 1.858 perjalanan KA jarak jauh (KAJJ), termasuk 362 perjalanan KA tambahan.
Hingga saat ini, total 710.036 tiket telah terjual, dengan tingkat okupansi mencapai 69% dari total kapasitas 1.035.008 tempat duduk. Lonjakan ini semakin terasa menjelang puncak mudik, dengan okupansi mencapai lebih dari 100% di beberapa perjalanan.
Stasiun Gambir
Total perjalanan: 990 KA
Tempat duduk tersedia: 467.256 seat
Tingkat okupansi rata-rata: 56%
Volume tertinggi: 27 Maret (21.293 penumpang, 100% okupansi)
Stasiun Pasar Senen
Total perjalanan: 868 KA
Tempat duduk tersedia: 567.752 seat
Tingkat okupansi rata-rata: 76%
Volume tertinggi: 26 Maret (28.521 penumpang, 105% okupansi)
Kesiapan KA Tambahan untuk Mengantisipasi Puncak Mudik
Untuk mengakomodasi lonjakan pemudik, Daop 1 Jakarta telah menyiapkan 362 perjalanan KA tambahan, terdiri dari:
Stasiun Gambir: 242 KA tambahan, kapasitas 117.436 seat
Stasiun Pasar Senen: 120 KA tambahan, kapasitas 65.184 seat
Langkah ini diambil guna memastikan semua penumpang tetap terlayani dengan baik dan perjalanan tetap berjalan aman serta nyaman.
Menteri Pantau Langsung, Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Pemudik
Dalam kunjungannya, Menparekraf Widiyanti Putri Wardhana menekankan pentingnya pelayanan optimal bagi para pemudik, terutama dalam aspek kenyamanan dan kebersihan. Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memilih moda transportasi kereta api sebagai sarana utama untuk mudik.
“Mudik merupakan momen yang sangat dinantikan masyarakat. Oleh karena itu, kami ingin memastikan para pemudik mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” ujar Widiyanti.
Sementara itu, Menteri PPPA Arifah Fauzi menyoroti perlindungan bagi kelompok rentan, seperti wanita, anak-anak, serta lansia selama perjalanan mudik. “Kami ingin memastikan bahwa perempuan dan anak-anak yang bepergian mudik merasa aman dan mendapatkan fasilitas yang layak di stasiun maupun di dalam perjalanan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau kesiapan fasilitas dan layanan bagi pemudik yang menuju Jawa Tengah. Ia berharap kerja sama antara KAI dan pemerintah daerah dapat meningkatkan kelancaran arus mudik tahun ini.
Antisipasi Puncak Mudik dan Imbauan bagi Penumpang
Diperkirakan, puncak arus mudik akan terjadi pada 28–31 Maret 2025, dengan okupansi yang bisa mencapai lebih dari 100%. Oleh karena itu, KAI mengimbau penumpang untuk mempersiapkan perjalanan lebih awal, memastikan jadwal keberangkatan, serta mematuhi aturan yang berlaku demi kelancaran dan keamanan bersama.
“Mudik aman, keluarga nyaman. Mudik tenang, menyenangkan.”
Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi:
Contact Center KAI: 121 / (021) 121
WhatsApp: 0811-1211-1121
Email: cs@kai.id
Media sosial resmi KAI
Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah dan operator transportasi, diharapkan mudik tahun ini berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
**Benksu