Vaksin Nusantara Dipublikasikan Jurnal Internasional dan Bisa di Akses Semua Pihak

Uritanet, – Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan artikel tentang Vaksin Nusantara telah dipublikasikan oleh jurnal internasional. Jurnal internasional tersebut dapat diakses oleh semua pihak untuk kemajuan ilmu kesehatan dunia.

“Saya bersyukur sekali bahwa jurnal internasional terkait Vaksin Nusantara telah bisa diterbitkan. Semua pihak dapat mengakses dan mempelajari demi kemajuan ilmu kesehatan dunia” ujar Terawan seperti ditirukan Andi, Tim Komunikasi Terawan (27/05).

Terawan menuturkan Vaksin besutannya tidak dapat unjuk gigi di dunia kesehatan internasional tanpa bantuan banyak pihak, termasuk tim peneliti dan terutama Tuhan yang Maha Esa. Dan berharap dengan terbitnya Jurnal Q1 Internasional Vaksin Nusantara ini dapat memajukan perkembangan ilmu kesehatan dunia, dan menyelesaikan permasalahan Virus Covid-19 di dunia.

“Semoga dengan terbitnya jurnal ini, dapat membantu kemajuan dan perkembangan ilmu kesehatan dunia, serta menuntaskan pertarungan kita melawan Covid 19,”ucapnya.

Ia pun mengucapkan terimakasih kepada pemerintah, RS Kariadi Semarang, RSPAD Gatot Subroto yang telah mendukung penelitian vaksin tersebut. “Saya mengucapkan terimakasih,kepada Pemerintah, Bapak Jokowi,yang telah mendukung penelitian ini,dan juga RS Kariadi, RSPAD Gatot Subroto,”ujarnya.

Adapun jurnal tersebut dapat diakses melalui link https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/14760584.2022.2080658 .
Diketahui vaksin Nusantara dibuat menggunakan pendekatan sel dendritik.

Sejumlah tokoh telah menerima suntikan vaksin buatan Terawan ini, mulai dari kalangan DPR seperti Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra), Emanuel Melkiades Laka Lena (Golkar), Saleh Partaonan Daulay (PAN), Adian Napitupulu (PDIP), Nihayatul Wafiroh (PKB), Arzetty Bilbina (PKB), juga tokoh nasional seperti Moeldoko (KSP), Aburizal Bakrie (mantan Ketum Ketua Golkar), Prabowo Subianto (Menteri Pertahana), Luhut Binsar Pandjaitan (Menko Marves), Dahlan Iskan, dan masih banyak lagi.

 

 

Komentar