The Queen ‘Life of Service’ is Dead …

Uritanet, – Ratu Elizabeth II telah menutup mata untuk selama-lamanya sore ini waktu setempat di kediaman resmi Balmoral Castle di Scotland. Sang Ratu Inggris yang merupakan pemegang kekuasaan monarchy terlama di dunia mangkat dalam usia 96. Beliau naik takhta pada tahun 1952 setelah wafatnya sang ayahanda, King George VI dan selama 70 tahun memegang kendali kekuasaan. Sepanjang masa pemerintahan beliau dikenal dengan banyak terjadinya sensasi dan skandal, serta memodernisasikan ritual kerajaan.

Elizabeth Alexandra Mary yang merupakan putri dari Duke of York, sebenarnya tidak mempunyai garis keturunan langsung untuk menjadi ratu. Tetapi nasib berbicara lain ketika pamannya, Edward Prince of Wales mengundurkan diri dari takhta demi bisa menikahi seorang janda Amerika, Wallis Simpson yang telah membuat hatinya haru biru.

Sebagai seorang raja dan sekaligus menjadi kepala Gereja Inggris, Edward tidak diperbolehkan untuk mengambil seorang janda sebagai istri utama apalagi dari keturunan yang tidak menentu. Elizabeth baru berusia 11 tahun ketika ayahanda yang sedikit gagap dalam berbicara kemudian naik singgasana sebagai pengganti untuk menjadi raja yang baru.

Dari kecil Elizabeth memang sudah dipersiapkan untuk suatu saat nanti kelak akan menjadi orang yang nomer satu. Ajaran tata krama dan rendah hati diterapkan dengan sungguh-sungguh di bawah pengawasan oleh sang ibu. Berbeda dengan adiknya, Margaret yang terkenal sangat urakan dan ugal-ugalan dan sering melakukan hal-hal yang tabu.

Gaya hidup Margaret yang sering bergonta ganti pacar, kehidupan malam yang penuh dengan pesta dengan konsumsi alkohol yang berlebihan sampai perceraiannya sering membuat Elizabeth menjadi malu.

Sedang Elizabeth sendiri sangat menjaga image keningratan yang seumur hidupnya sangat jarang terlibat dengan skandal pribadi. Saat dia berusia 13 tahun dia bertemu dengan Prince Phillip asal Yunani yang memang sangat tampan dan langsung jatuh hati.

Usia mereka terpaut 5 tahun dan keduanya hidup bersama selama tujuh dasawarsa lebih dengan saling mendukung apapun peristiwa yang terjadi. Kematian Prince Phillip setahun yang lalu sepertinya menyeret Elizabeth ke dalam kesepian yang hakiki walaupun beliau tidak pernah menampakkan di depan publik kalau dia sangat bersedih.

Media di Inggris yang senang bergossip ria sering membenturkan beliau dengan sang menantu, Lady Diana yang juga sangat terkenal dan Elizabeth cenderung untuk memilih diam. Hubungan mereka berdua selalu digambarkan sebagai bongkah es yang bertemu dengan api, tetapi es tidak pernah mencair dan api tidak pernah menjadi padam.

Awalnya Lady Diana sangat diterima karena sang ratu sudah mengenalnya sejak remaja dan malah menjadi ibu pemandian bagi adiknya, sehingga dia dipasangkan dengan Charles sebagai jodoh yang diidam-idamkan. Tetapi karakter Diana kemudian berubah, yang menurut kabar karena Charles mengakui kalau dia tidak cinta dan tidak akan pernah cinta kepadanya, ketika acara pernikahan hanya tinggal satu malam.

Kini Charles menjadi Raja Inggris Raya dengan gelar yang akan dipilihnya nanti sedang istri keduanya Camilla sebagai Queen Consort. Charles, kini telah berusia 74 tahun dengan kesehatan yang tidak lagi prima, apakah tidak sebaiknya memberikan saja takhta kepada William yang masih muda. Tapi tampaknya walaupun ada desas desus yang mengatakan demikian kalau Charles akan mengabdikasikan takhta kepada putranya.

Tetapi prosedur pelaksanaan masih akan cukup panjang dengan hanya bisa menunggu sampai masanya tiba. Charles harus dikukuhkan terlebih dahulu sebagai King Charles III yang sepertinya baru tahun depan akan terlaksana. Setelah itu dia akan memberikan gelar Prince of Wales kepada William, sebagai persyaratan untuk menjadi raja berikutnya.

)**

Komentar