Terawan : Yang Dicabut IDI Hanya Keanggotaan Bukan Ijin Praktik, Sehari Masih Tangani 35 Pasien

Uritanet, – Lama “menghilang” pasca polemik dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mantan Menteri Kesehatan yang juga Mantan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto,Letnan Jenderal TNI (Purn) Terawan Agus Putranto kembali muncul untuk menjawab pertanyaan seputar dirinya.

Terawan menyediakan waktu untuk berbincang dengan Pemimpin Redaksi Kompas TV,Rosiana Silalahi, yang di tayangkan (07/07) Malam di Program Rosi (Ekslusif). Rosiana Silalahi menemui Terawan di rumah dinasnya yang berlokasi berdekatan dengan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto tempat praktiknya sehari-hari.

Menurut Terawan dia mulai menempati rumah dinas tersebut sejak 2013. “Saya diberikan rumah dinas supaya saya bisa melayani RSPAD dengan dekat,” kata Terawan.

Dia menjelaskan dari rumah dinas tersebut dia dapat cepat menuju ruang tindakan medis di RSPAD Gatot Subroto. “Kalau ada yang butuh pertolongan saya bisa lari ke sana (RSPAD) dengan cepat,”katanya.

Terawan menceritakan dia masih menangani pasien hingga pukul 01.00 dini hari. “Saya harus cek dan ricek semua kondisi pasien yang kebetulan emergency telepon saya,” ungkapnya.

Bahkan Terawan juga mengungkapkan sebelum wawancara dengan Rosi,dia terlebih dahulu menangani sejumlah pasien di RSPAD. Jumlahnya bahkan mencapai 35 orang. “Ini baru pulang dari RSPAD tadi 35 pasien harus saya tindakan,”paparnya.

Terawan kemudian membantah kabar yang menyebutkan izin praktiknya sebagai dokter sudah dicabut. Kabar ini sempat mencuat pasca polemiknya dengan IDI. Seperti diketahui IDI telah merekomendasikan pemecatan Terawan dari keanggotaannya. Isu pencabutan surat izin mencuat lantaran IDI merupakan organisasi profesi dokter yang memiliki kewenangan mengeluarkan rekomendasi untuk praktik kedokteran.

Terawan menegaskan dia masih melakukan praktik karena surat izinnya belum dicabut. “Yah selama izin praktek saya belum dicabut,” pungkasnya.

Dokter berusia 57 tahun ini pun mengungkapkan bahwa yang dicabut oleh IDI hanyalah keanggotaannya dari organisasi tersebut dan bukan surat ijzin praktik. “Enggak ikut organisasi yah enggak masalah,”sebut pria yang berpangkat Letnan Jenderal TNI AD ini.

Namun, kata Terawan, pernyataannya tersebut bukan bentuk perlawanan kepada IDI. Justru sebaliknya,dia memang telah menerima keputusan keluar dari keanggotaan IDI. “Kalau diusir,ya pergi. Melawan itu kalau diusir tetapi tidak pergi,”pungkasnya.

Komentar