Gagal … Jakarta International Stadium …

Uritanet, – Jadwal pertandingan melawan FC Curaçao, sebuah negara bekas jajahan Belanda di Caribia, yang direncanakan akan berlangsung pada akhir bulan ini di Jakarta International Stadium, terpaksa harus digeser. Kemungkinan akan diadakan di stadion Pakansari, Cibinong atau Patriot Candrabhaga, Bekasi.

Ada beberapa alasan yang dikemukakan oleh PSSI yang mengatakan kalau keadaan stadion tidak sesuai dengan standar FIFA. Terutama menyangkut masalah infrastruktur, yaitu lahan parkir yang tidak memadai serta jalan untuk keluar masuk penonton dan angkutan bus yang membawa para pemain menuju ke arena.

Jakpro sebagai pengelola kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa stadion sudah didesign dengan standar kelas dunia dengan menggunakan konsultan dari negara Britania.

Rencana pembangunan stadion yang berada di daerah Tanjuk Priok ini memang sudah ada sejak lama, sejak tahun 2008. Pembangunan kemudian tersendat-sendat terutama menyangkut masalah pembebasan lahan. Yang akhirnya stadion bisa selesai dengan tuntas pada awal tahun ini.

Namun beberapa bulan yang lalu, sebagian tembok pembatas menjadi ambruk karena beban penonton pada saat peresmian. Yang kemudian membuka terjadinya pengerjaan yang ‘asal-asalan’ yang harus segera perlu untuk diaudit dan dipertanyakan.

Penolakan pemakaian gedung olahraga yang telah menghabiskan banyak biaya yang tidak terduga ini bukanlah kali yang pertama. Sebelumnya FIFA juga tidak mengikut sertakannya di dalam daftar 6 stadion utama yang akan menggelar Piala Dunia kategori usia. Seperti untuk Piala Dunia U20 yang akan berlangsung pada tahun depan lebih memilih stadion Manahan di Solo, Gelora Bung Tomo serta Kapten I Wayan Dipta.

Perlu diketahui beberapa stadion-stadion megah di beberapa negara dan rata-rata memang mempunyai akses yang mudah dengan menggunakan transportasi umum dan berbagai moda kendaraan.

Biasanya terletak di pinggiran kota seperti San Siro di Milan, Stadio Olimpico di Roma, Le Parc des Princes di Paris tempat kediaman resmi Paris Saint Germain atau markas Bayern Munchen di stadium Allianz. Bahkan Stadion MetLife yang ada di New Jersey mempunyai akses kereta khusus tersendiri yang hanya aktif jika ada musim pertandingan. Atau di Estadio da Luz, Lisbon serta stadion Camp Nou, Barcelona.

Namun konon kabarnya salah satu alasan utama yang dikemukakan oleh PSSI adalah masalah harga sewa yang katanya sedikit tinggi itu. Tapi seperti stadion-stadion megah di seluruh dunia biasanya memang menjual hak nama pakai kepada satu sponsor utama yang bernilai fantastis sehingga tidak terlalu memberatkan dari segi keuangan untuk perawatan.

Lantas … bagaimana dengan Jakarta International Stadium, yang gagal direkomendasikan FIFA …

)***

 

Komentar