Film KM 75 Timur, Buat Pecandu Lebih Baik Ikuti Rehabilitasi

URITANET – Buat para pecandu narkotika dan obat-obatan (Narkoba, red) serta juga bagi para orang tua yang keluarganya maupun sanak keluarganya kedapatan sebagai pecandu narkoba. Untuk jangan segan-segan memeriksakan dirinya agar memperoleh kesembuhan di Pusat Rehabilitasi Nasional Indonesia, UPT Lido, Sukabumi, Jawa Barat, yang jaraknya hanya 75 KM dari Jakarta Timur.

Itulah pesan yang hendak disampaikan dalam Film Pendek 75 KM yang diinisiasi BNN Kota Jakarta Timur, dengan melakukan pemutaran film perdana KM 75 di Bioskop Buaran, Jakarta Timur. Dimana turut dihadiri Krpala BNN Provinsi DKI Jakarta, Brigadir Jenderal Polisi Agam Sinaga, Perwakilan Provinsi DKI Jakarta, Perwakilan dari Walikota DKI Jakarta, Perwakilan Walikota Jakarta Barat, Perwakilan Walikota Jakarta Selatan, Perwakilan Walikota Jakarta Pusat, Perwakilan Deputi Pencegahan BNN RI, Perwakilan Kodim dan Polres, Jaksa, serta pula pihak Lapas.

Kepala Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Indonesia ( UPT Lido) Drs. Yuki Ruchimat, M.Si, menjelaskan bahwa Film KM 75 ini didedikasikan dari BNNK Jakarta Timur bersama sineas-sineas muda Jakarta Timur terutama mereka yang tergabung dalam 693 Band, Radio Muara Jakarta Timur, serta seluruh crew yang hadir menyemarakkan acara hari ini. Bahkan Kepala BNN RI Petrus menegaskan bahwa rehabilitasi ini adalah gratis.

“Kami juga menindak lanjuti arahan kepala BNN provinsi DKI Jakarta bahwa akar masalah narkoba di DKI Jakarta adalah bagaimana semua pihak memiliki kepedulian dan tanggung jawab kepada masalah rehabilitasi. Jadi desain acara hari ini anggaran dan kegiatan ada pada pencegahan yang melaksanakannya semua ini adalah di bidang pemberdayaan masyarakat dimana para pemain atau aktor-aktornya adalah penggiat anti narkoba di BNNK Jakarta Timur, serta seluruh personil BNNK di Jakarta Timur,” papar Yuki Ruchimat.

Yuki Ruchimat pun berharap KM 75 kedepan akan menjadi KM 0, karena pemerintah DKI Jakarta tengah berupaya dan peduli untuk membangun fasilitas rehabilitasi di provinsi DKI Jakarta sendiri. Sehingga kemudahan akses bagi para korban narkoba untuk dapat memiliki kesempatan ke dua hidup semakin terbuka. Film ini didedikasikan untuk itu semua.

Apresiasi juga diberikan kepada Lembaga Sensor Film yang telah meloloskan KM 75 sebagai film edukasi dan kampanye serta memberi peluang seluruh BNNP di seluruh Indonesia untuk berkiprah nyata di dalam membuat pesan ataupun pemerintah provinsi DKI dan Walikota di seluruh DKI Jakarta untuk membuat pesan pembangunan melalui film.

Jadi mari kita merehabilitasi dan rehabilitasi itu sebenarnya adalah mudah di jangkau dan mudah dikomunikasikan pada masyarakat. Kita berharap agar masalah narkoba di Indonesia dapat disolusi dengan rehabilitasi yang mudah, murah, dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Karena pecandu harus di rehabilitasi bukan dipenjara.

Film Pendek 75KM Timur Menentukan Pilihan Hidup di produksi BNNK Jakarta Timur dan Radio Muara, dengan Sutradara Arya BK, Produser Anton Siagian,SH.,MH, Co Produser Ajat Sutarjat, Music Arranger Dewa, serta penanggung jawab Hendrajid Putut Widagdo S.Sos., MM., M.Si

75KM menceritakan perjalanan seorang anak yang bernama Sandi. Yang harus menentukan pilihan hidupnya dalam perjalanan sepanjang 75 KM dimana sebuah keputusan harus dipilih. Sandi merupakan satu- satunya harapan keluarga, lahir dari keluarga sederhana dan merupakan anak yang dimanja oleh ayah serta ibunya.

Menginjak usia 20 th, Sandi yang tumbuh dewasa mempunyai 3 teman di kampusnya ( Tris, Lisa dan Vino ) serta mempunyai hubungan khusus dengan Rara. Vino mempunyai masalah dalam keluarganya, kedua orangtuanya sibuk dengan pekerjaan hingga tak pernah mendapatkan perhatian walau semua kebutuhannya selalu terpenuhi.

Hingga akhirnya Vino pun terjerumus ke dalam penyalahgunaan Narkotika karena ingin mendapat ketenangan dan meluapkan kekesalan sampai akhirnya Vino mengalami over dosis. Sebagi teman, Sandi pun merasa dirinya sangat bersalah dan akhirnya turut pula mengalami over dosis penyalahgunaan narkotika.

Pesan moral dalam film 75KM ini pun dapat dicerna agar masyarakat tentunya tidak menjauhi orang – orang yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika. Justru mereka memerlukan perhatian, perawatan hingga pengobatan agar bisa pulih kembali, berinteraksi sosial serta dapat menghadapi kehidupan yang lebih cerah.

Film 75KM ini juga dipersembahkan untuk Indonesia yang lebih baik dan lebih bersih. Film yang berdurasi 38 menit ini juga sebagai gambaran. Bagaimana Peran serta orang tua menciptakan keharmonisan dan ketahanan keluarga terutama terhadap perkembangan anaknya yang menginjak usia dewasa ( 13 th-21 th ).

Tentunya juga film 75KM ini menggambarkan kehidupan True Story dimana pemainnya merupakan orang – orang yang ada di kehidupan itu sendiri.

 

penulis : jegegtantri

Komentar