oleh

Angkat Nilai Kearifan Lokal … Inilah Pemenang Lomba Video Kreatif Gus Hilmy

Uritanet, – Lomba Video Kreatif kembali digelar Rumah Aspirasi Gus Hilmy. Lomba yang digelar setiap menjelang hari Raya Idul Fitri ini telah memasuki putaran ketiga sejak tahun 2020. Seperti tahun-tahun sebelumnya, lomba ini menarik antusiasme ratusan peserta dari berbagia daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri.

“Kita memiliki kearifan lokal yang sangat kaya, utamanya dalam suasana Ramadlan. Masing-masing memiliki keunikan. Lomba ini sebagai upaya mendorong masyarakat, terutama kaum milenial, agar lebih mengenalkan budaya masing-masing melalui kreativitas yang dimiliki dan kemudian mengkampanyekan di media sosial,” ujar Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI tersebut.

Mengambil tema “Ramadlan di Kampung Halaman”, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. selaku penyelanggara mengatakan bahwa lomba ini merupakan salah satu media siar Islam dengan mengangkat kearifan lokal di masing-masing daerah dalam suasana bulan Ramadlan. Dan banyak peserta yang ikut, menurut Senator asal Yogyakarta tersebut, menjadi tanda bahwa kaum milenial masih cukup kental dengan budayanya.

“Di satu sisi siar agama semakin marak, di sisi lain, siar budaya juga semakin kuat. Inilah di antara kekuatan kita sebagai sebuah bangsa,” ujar pria yang juga Katib Syuriah PBNU tersebut.

Dewan juri mengapresiasi penyelenggaraan lomba ini, juga karena antusiasme peserta yang tinggi. Lomba ini ibarat sekali mendayung tiga pula terlampau sekaligus. Tidak hanya karena melibatkan anak muda agar produktif, konten yang kemas dalam bentuk video juga ternyata memiliki muatan informasi yang bermanfaat.

“Selain melibatkan anak muda untuk tetap produktif sekaligus kreatif dengan memanfaatkan teknologi digital, lomba ini menjadi bagian dari upaya syiar Islam yang rahmatan lil alamin melalui media sosial. Selain itu, lomba ini mengajak kita semua untuk mengenal kembali kearifan lokal dalam konteks agama Islam sebagai khazanah peradaban bangsa,” ujar perempuan yang akrab disapa Mbak Khotim tersebut.

“Tidak sedikit video dari para peserta yang memberikan informasi penting bagi masyarakat. Bahwa ada banyak tradisi yang sangat baik dan bisa dicontoh di tempat lain. Saya juga belajar dari konten-konten video tersebut. Ada isu kerukunan, semangat kebersamaan, dan lain sebagainya. Ini sekaligus menjadi edukasi bagi para penonton videonya,” kata Ketua Dewan Juri Kak Tony Dongeng.

Sebagai Juri, Kak Tony mengakui membutuhkan waktu yang lebih karena adanya diskusi panjang dengan dewan juri. Ia pun berharap video-video itu tidak hanya berhenti sebagai karya lomba, tetapi bisa dipublikasikan lagi di media-media yang lebih luas karena masing-masing karya memiliki keunikan tersendiri.

Lomba yang dibuka 1 – 20 April 2022 tersebut mengambil dua kategori, yaitu video kreatif dan video talkshow. Juri yang bertindak untuk menilai setiap video peserta adalah Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. (@hilmyhasbullah, Anggota DPD RI), Moh Sultoni Alkautsar (@kaktonydongeng, pendongeng), Khotimatul Khusna, S,Ag. (@khotim_jogja, Ketua PW Fatayat NU DIY 2017-2022), dan Feri L Pawiro (@feri_l_pawiro, Dosen ISI Surakarta dan Ketua PC Lesbumi Kota Yogyakarta).

Dari hasil penjurian, untuk kategori Video Kreatif, Juara I diraih oleh Fajar Safii (@fajar.safii) dengan judul Takjil Isitimewa, Juara II dimenangkan oleh Rahmad Is Nugroho (@rayamukti_picture) dengan judul Ngabekti, Juara III disabet oleh Muhammad Ircham Dhiya Ulhaqq (@rham.md) dengan judul Tradisi Masjid Saka Tunggal. Sementara untuk juara favorit pilihan dewan juri jatuh pada Seneng (@send.id_) dan Aditiyo Prusiko (@adhityoprusika). Masing-masing berjudul Nyadran Lintas Agama dan Pesantren Abata.

Sementara untuk kategori Video Talkshow, Juara I dimenangkan oleh Aulia Rahman (@auliaarhmnn_) dengan judul Ramadhan di Kampung Halaman, Juara II oleh Ahmad Ridani (@ridani_ahmad1406) dengan judul Tadarus Al-Qur’an, Juara III diraih oleh Ramadhani Putra (@_rmdhnputra) dengan judul Ngabuburit. Untuk juara favorit terpilih adalah video berjudul Bincang Ramadan Keutamaan Lailatul Qadar dan Tarawih. Masing-masing video adalah milik Intan Nur Islamiah (@intannurislm_) dan Khairul Rahman (@terang_bulan_iklas)

Total hadiah lomba ini adalah 20 juta rupiah dan bingkisan paket literasi. Setiap juara mendapatkan hadiah berjumlah 3,5 juta rupiah, 2.5 juta rupiah, 1.5 juta rupiah, dan masing-masing 1 juta rupiah untuk juara favorit.

)**Nawasanga

 

Komentar

Lasted Post